Ramadhannnnnnn…………..

August 31st, 2008 by adorerdieu

ga terasa..beneran ga trasa…
insya Allah besok dah Ramadhan dah.. oh God,,,
trimakasih Tuhan.. alhamdulillah, Tuhan bagi satu amanah yang actually berattt..takut bagaimana pertanggung jawabannya dengan Tuhan,,
a new baby born..8 agustus 2008 atau 5 sya’ban 1429 hijriah,,
kelahiran cahaya mata membawa berkat dari Tuhan. seorang bayi lahir ke dunia dengan fitrah suci lagi murni,, di alam rahim, ruh dia yang sesungguhnya adalah sangat taat dengan Tuhan,, jadi tugas kedua orang tuanya lah untuk tetap menjaganya seperti itu..(Tuhan tolong aku..)

well well..awal-awal ramadhan ga bisa puasa dulu nih,, yah, masih masa pantang,,
Tuhan, moga2 di Ramadhan kali ini kami dapat memuliakannya,,,

sebaik-baik manusia..

January 21st, 2008 by adorerdieu

alhamdulillah Tuhan, dahAsz  lama nih ga ngisi blog, karena kesibukan apa gitu.. :) assalamu’alaikum guruku tersayang, yang senantiasa ada disisiku kapanpun aku memerlukannya..thanks my beloved mursyid!:)

hm..today, ke kampus rencananya mo ngurusin u kuliah di semester ini..bisa ga yah skripsi and lulus dalam waktu kurang dari setahun ini…????!!?? agak aneh untuk terealisasi..tapi, sapa tau..?hehe..

semalem denger kuliah dari minda mursyidku tersayang, tentang sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling baik akhlaknya dan paling bermanfaat untuk manusia lain. hm..ni diambil dari hadistnya Rasulullah agung SAW lho… tapi lupa lengkapnya :)

kalo uraian dari Abuyaku,,kata Abuya manusia dikatakan sebagai manusia terbaik adalah ketika ia memiliki akhlak yang paling baik. maksudnya?

ya akhlak yang terbaik tu adalah akhlak dengan Tuhan seperti kenal, cinta dan takut dengan Tuhan. dari rasa2 dengan Tuhan itulah maka nanti akan lahir berbagai kebaikan bagi dri sendiri dan juga bagi manusia lainnya. ya macam Rasulullah SAW mengenalkan Tuhan selama 13 tahun kepada para sahabat baru kemudian 10 tahun mengenalkan syariat Allah pada mereka.

hmm..kenapa sih Tuhan dulu yang mesti dikenalkan ?

yap, awalludin ma’rifatullah..awal2 agama mengenal Allah. ketika manusia telah dididik untuk memiliki hati yang kenal, cinta dan takut dengan Allah, tentu mereka akan BERIBADAH KEPADA TUHAN DENGAN PENUH PENGHAYATAN, karena mereka sudah kenal siapa yang mereka sembah, mereka tahu mereka beribadah dan hidup untuk siapa..liatlah para sahabat yang sampai-sampai kalo orang melihat mereka, mereka dikatakan gila. karena memang mereka "Gila"dengan Tuhan. artinya dah terlalu cwinttttaaaaaaa….. bangettt!

inilah yang akhirnya menjadikan para sahabat Rasulullah itu sebagai manusia mulia, luarbiasa.

kemudian paling bermanfaat bagi manusia lain. Abuya mengatakan, bahwa ketika seseorang telah berakhlak kepada Tuhan, artinya mereka sudah dalam puncak beragama, alias kesempurnaan beragama. tapi, karena akhlak mereka kepada Tuhan, maka mereka merasakan bahwa diri mereka tu sangat lemah, hina dan berdosa..padahal inilah puncak kemuliaan seorang hamba ALLAH !

lihat Rasulullah, bagaimana betapa hebat Baginda sebagai seorang manusia yang memiliki kesempurnaan akhlak, di hadapan Allah, Baginda mengatakan :"ana abdullah", aku hamba Allah…

tetapi di hadapan manusia, Rasulullah tampil sebagai pemimpin paling agung, mulia, tiada tara…

marilah kita menjadi sebaik-baik manusia. yang dapat menyelamatkan diri kita sendiri, ayah ibu, saudara-saudara dan kawan-kawan kita di dunia lagi dan di akhirat nanti dengan mulai untuk kenal Allah, mencintaiNya, takut denganNya..dengan pimpinan seorang guru mursyid.

Imam Malik berkata :"sesiapa yang tiada guru mursyid, maka syaitanlah gurunya".

semoga Tuhan sudi jadikan kita sebagai golongan manusia terbaik yang dirindui Rasulullah di akhir zaman dan dinantikan Rasulullah di syurga nanti…

ampun maaff..

mon mursyid, mon mari et moi

December 3rd, 2007 by adorerdieu

alhmdh..terimakasih Tuhan, trimakasi guruku,,

27 oktober lalu bermula satu kehidupan baru buatku. aku mendapat hadiah besar dari Tuhan walaupun aku sebagai hambaNya, ga pernah bagi hadiah apa2 kepadaNya :(

ada seseorang yang sudi menikah denganku karena ketaatannya pada Allah, Rasul dan Pemimpin Yang Bertaqwa. redha menerima apa yang orang lain belum tentu mau menerimanya.

terasa sekali, dengan adanya kawan menjadikan adanya pemangkin untuk sama2 menagih keredhaan Tuhan. tapi walau begitu, syukurku pada Tuhan masih rendah lagi. ibadahku makin lalai…

rumah tangga syurga sebelum syurga..bagaikan rumah tangga Rasullullah, rumah tangga Abuya Ashaari Muhammad AtTamimi..

rumah tangga yang berlandaskan Tuhan. tujuan, dan penguat rumah tangga adalah Tuhan. Tuhan sama2 dicintai, suami & istri saling mengasihi beralaskan iman terhadap Allah & RasulNya..

memang telah datang kepada kita seorang utusan Tuhan yang amat dalam kasih sayangNya, amat perhatian dengan keimanan dan keselamatan kita dunia & akhirat.. diberinya kita suami/istri penyejuk dan pendidik jiwa. menikah bukan bersenang-senang saja. hiburan memang ada, tapi didikan kepada jiwa lebih ditebalkan. menikah untuk meraih cinta Tuhan. kalau sudah dapat cinta Tuhan, maka terjadilah cinta mencintai antara Tuhan dengan hamba. dengan Tuhan kita bercinta, dengan suami / istri kita berkasih sayang.

Ya Allah alangkah indahnya…

terimakasih mursyidku… terimakasih wahai suami yang Allah bagi untukku…

"wahai guruku tawadhu’mu ketara, meskipun ia rahasia..namun orang akan tahu juga, cirimu jelas bukan direka-reka..ampunkanlah wahai guruku, kesilapan anak-anakmu..moga terhindar dari neraka, menjejaki pintu syurga bersamamu.." :)

Ramadhan kali ini…

September 12th, 2007 by adorerdieu

dengan rahmat dan kasih sayangNya, Tuhan jumpakan kita lagi dengan Ramadhan, sebaik-baik bulan, seagung-agung bulan.. penuh rahmat dan keampunan Tuhan.
di Indonesia kita, malam pertama Ramadhan disambut dengan guncangan gempa hebat berturut mulai dari tanggal 11 september hingga hari ini, di tv2 masih ad -break info- ; "telah tejadi gempa dengan kekuatan….."
gempa di bengkulu, padang yang merasa, hingga ke pesisir sumatra, bahkan jakarta. yang di sudirman thamrin orang2 berhamburan keluar…
hmm..Maha Besar Tuhan yang Maha Mampu untuk melakukan APA SAJA terhadap siapa saja. karena itu, Takut dengan Tuhan itu penting! kita patut takut, cemas dan harap sentiasa pembelaan dariNya..
boleh jadi Tuhan jadikan gempa yang cukup dahsyat itu untuk menyadarkan kita lagi..Tuhan mau bagi tau pada kita yang kita sedang akan hadapi ni Ramadhan, ia bulan paling agung.. bagaimanalah Tuhan sangat mengistimewakan Ramadhan, Tuhan curah2kan rahmatNya bagi mereka yang bersungguh2 beribadah di bulan Ramadhan, Tuhan buka seluas2 pintu keampunan bagi mereka yang bertaubat..Tuhan hentikan deraan siksa kubur sementara bagi kaum muslimin yang telah wafat, Tuhan belenggu syaitan2 dan iblis, agar manusia dapat fulltime dengan Allah..! Tuhan buka selebar2nya pintu syurga dan tutup dengan rapatnya pintu neraka…
begitu sekali Tuhan mengistimewakan Ramadhan agung dan mulia ini.. takkanlah kita yang hamba ini, menyambut Ramadhan bagaikan ada dan tiadanya sama saja..
padahal, banyak orang yang Tuhan tidak lagi rezkikan ia berjumpa dengan Ramadhan, ada orang yang nyawanya Tuhan ambil balik, sesaat semalam sebelum bulan puasa..atau bahkan sesaat menjelang tarawih.. Ya ALLAH, kematian itu sesuatu yang besar.. apa yang dibawa kesana dipersiapkan dari sini. mati adalah pergi tak kembali, menyesal di akhirat tiada guna..
janji Tuhan melalui sabda Rasulullah bahwa Islam akan bangkit kali kedua di akhir zaman, melalui jemaah kebenaran yang Tuhan janjikan.
kedatangan seorang penyelamat manusia, kedatangannya amat besar.. tentulah alam raya pun menyambut dengan penuh gempita akan kedatangannya. terjadilah gempa bumi, banjir dahsyat, bencana, huru hara dimana-mana.. untuk mengepung manusia agar kembalilah pada Allah..
Khalifah Rasulullah, Muhammad kedua…yang dirintis oleh seorang Pemuda dari Bani Tamim…ia menyatakan, menzahirkan kebenaran dan tidak dapat dikalahkan oleh musuh2nya, karena dibelakangnya ada Tuhan..
semua manusia sudah jemu dengan suasana yang ada, yang tidak pun menyelamatkan manusia di dunia, lagilah di akhirat. manusia sudah jemu dengan perbalahan, pergaduhan dan peperangan.. manusia inginkan kasih sayang, kasih sayang sejati dari seorang pemimpin penyelamat manusia…
Tuhan, datangkanlah segera Penyelamat yang Engkau janjikan.. agar selamat semua manusia dalam keadaan mencintai dan redha denganMu…

July 13th, 2007 by adorerdieu

wah..liburan kuliah! hurai! seneng bngt gw..sjenak lepaskan penat..thanks GOD! Tuhan jadikan smester ni aku g ngambil SP..Yah,gpp lah,jd bisa k0nsen d t4 ASZ ku :) tenang meyakinkan..2bln blakangan,byk banget hal2 yg tjadi..jd menginsafkan kt lg sbg hambaNya..wah,aku bru aj khlangan kk ku,t4 curhatku..pmimpnku,K’aMr..miss u so..mg Tuhan t4kan mu disisi yg mulia..

Sayunya Hati Abuya..

February 11th, 2007 by adorerdieu

Alangkah sayunya hatiku… bila aku melihat akan bangsaku… kasih sayang sudah musnah… perpaduan sudah punah… bahkan berlaku di dalam bangsaku… perpecahan dan tipu - menipu… kasih sayang sudah tidak lagi dipeduli… masing - masing hidup cara sendiri… oh..alangkah malang nasib bangsaku, mencoba bersatu tapi tak mampu… malah makin menjauhkan antara satu sama lain… karena kita hanya tahu menggunakan akal semata, Tuhan tidak dibawa bersama, Tuhan tidak diambil kira… sebenarnya kunci segalanya bila kita mencintai Tuhan… mencintai Tuhan, perpaduan dan kasih sayang pasti Tuhan akan segera wujudkan… marilah kita semua mencintai Tuhan kita… agar bangsa dan juga negara bersatu dan berpadu lagi… ampunan Tuhan menaungi bumi Tuhan diRahmati… kasih sayang berbunga lagi… semua insan hidup harmoni… wahai Tuhan… datangkan segera penyelamat bagi kami semua… menyatukan bagsa dan juga negara…. semoga hidup aman bahagia (ASZ)

Tuhanku,manusia sudah lama hidup dalam dunia yg amat menipu,tiada arah tanpa pimpinan. Jadikanlah hati-hati kami, hati yang merindukan datangnya penyelamat akhirzaman, Imamul Mahdi dengan diawali dahulu oleh Putera Bani Tamim yang telah zahir bersama kami di masa ini..

Didikan Tuhan Terhadap Hamba-hambanya

January 18th, 2007 by adorerdieu

Kerja Tuhan pada kita..

Kadang-kadang ujian kesusahan kepada seseorang hamba itu,

sangat mendidik dan menjadi pengajaran

Di situlah dia mendapat kesedaran, keinsafan dan kebaikan

Kesedaran dan keinsafan itu lebih besar ertinya

daripada kesusahan dan penderitaan

Kalau orang yang faham kesusahan dan penderitaan itu

tidak menjadi tekanan kepada jiwanya

Adakalanya kesenangan dan kemewahan itu

boleh membawa kelalaian dan kesombongan

Kelalaian dan kesombongan itu bukan lagi kebaikan

Kebaikan yang tidak menjadi kebaikan lagi pada seseorang

Kebaikan yang tidak membawa kebaikan,

itu merosakkan orang

Jadi kesusahan dan penderitaan tidak semestinya membawa kejahatan

Sepertimana kesenangan dan kemewahan tidak mesti membawa kebaikan

Kecuali orang yang benar-benar beriman,

Kesusahan dan kesenangan kedua-duanya membawa kebaikan

Kesenangan membawa keredhaan Tuhan,

kesusahan juga membawa keredhaan Tuhan

Tapi bagi orang yang lemah iman, atau tidak beriman

kedua-dua keadaan itu semuanya membawa kejahatan

Ujian kesusahan pun membawa kejahatan,

ujian kesenangan pun membawa kejahatan

Kedua-dua keadaan itu tidak membawa apa-apa kepada mereka

Bahkan mereka akan jadi perosak,

terutama kalau mereka kaya dan senang

Begitulah didikan Allah Tuhan kita kepada hamba-hamba-Nya

Hasil dan kesan didikan itu tidak sama

Kita tidak tahu dan tidak faham rahsia Tuhan,

di sebalik ujian yang diberi-Nya

"by ASZ"

rasanya, hati kta ni mmg mudah lalai ktka dpat kesenangan. tp ktk Tuhan  bg kesusahan demi kesusahan, brulah:Tuhan…..tolonglah, aku tak sanggup tanpaMu… sebenarnya rasa2 inilah yg Tuhan mau pada kta setiap waktu..

hikmah dari Tuhan

January 18th, 2007 by adorerdieu

Setiap Kejadian Ada Hikmahnya

Selepas engkau berusaha belajar

Engkau tetap juga tidak menjadi orang pandai

Apakah engkau hendak menyoal Tuhan,

Mengapa engkau tidak dipandaikan?!

Allah lebih mengetahui dari engkau

Kalau engkau pandai engkau akan merosakkan diri engkau

Mungkin juga engkau akan merosakkan masyarakat engkau?!

Setelah engkau berusaha mencari kekayaan

Namun engkau miskin juga

Jangan tanya Tuhan mengapa engkau dimiskinkan?!

Allah membuat ada ukuran, ada didikan, ada pengajaran untuk keselamatan

Kalau engkau rosak juga

Ertinya engkau tidak pandai menerima keadaan

Apabila engkau sakit-sakit sahaja selepas engkau berusaha untuk sihat

Jangan rasa tidak senang dengan Tuhan

Tuhan Maha Bijaksana dari engkau

Sihat kan lebih baik?

Itu rasa engkau dan kehendak engkau

Tapi Tuhan Maha Mengetahui

Kalau engkau sihat engkau lebih jahat

Sakit itu padanlah bagi engkau

Kalau engkau rakyat jelata, tidak berpangkat, tidak berkuasa

Engkau bersedih dan merintih

Kesal tidak berkesudahan

Tidak redha dengan Tuhan

Kedudukan engkau itu padanlah dengan engkau

Mana engkau boleh jamin

Kalau engkau berpangkat dan berkuasa

Engkau berlaku adil

Apa jaminan engkau tidak menyalahguna kuasa bila berkuasa

Jika engkau selalu sahaja ditimpa bala bencana

Redhalah

Di situ mesti ada kebaikannya, percayalah

Kalau Allah tidak lakukan begitu kepada engkau

Mungkin engkau menjadi penzalim dan pengacau

Justeru itu redhalah dengan ketentuan Tuhan engkau

Allah tidak lakukan sesuatu dengan sia-sia

Allah tidak main-main dengan ciptaan-Nya

Setiap apa yang dilakukan-Nya

Ada hikmah, ada pendidikan dan ada pengajaran

Allah Maha Mengetahui

Kita tidak mengetahui 

"aku kagum betul dg rasa hati Abuya ni,mg dpt brperasaan bgitu….."

sajak Abuyaku..

January 18th, 2007 by adorerdieu

Syukur Dan Taubat

Aku syukur padaMu Tuhan

di atas segala nikmat yang Engkau beri

aku bersyukur kepadaMu lagi

di atas kesyukuran itu

kerana syukur itu satu nikmat

yang bersifat maknawi dan rohani

ia adalah satu pemberian

syukur di atas kesyukuran.

Begitu juga aku bertaubat di atas dosa-dosaku

seterusnya aku bertaubat

di atas taubat-taubatku yang palsu

ertinya taubatku memerlukan taubat lagi

taubat di atas taubat

begitulah yang aku harapkan padaMu,

ingatkan aku bahwa syukur itu

adalah satu nikmat dan anugerahMu

agar aku bersyukur di atas kesyukuran itu

seterusnya ingatkan aku

bahwa taubatku adalah palsu

agar aku bertaubat di atas taubat itu

moga-moga aku tidak menipu diriku.

-Abuya ku…

hmm..

December 23rd, 2006 by adorerdieu

Tuhan matlamat kita

Hidup ini matlamatnya adalah Tuhan. Tuhan itu untuk dibesarkan, disanjung dan dicintai. Untuk mendapatkan perasaan itu, Tuhan beri jalan dan tunjukkan cara supaya dapat melahirkan perasaan-perasaan itu ; ada yang berbentuk ibadah asas, sunat dan umum.

Yang asas iaitu melalui ibadah yang fardhu seperti solat, zakat, haji dan lain-lain. Semoga kita dapat melahirkan perasaan tadi iaitu rasa kebesaran Tuhan dan rasa hendak puji Tuhan melalui ibadah yang asas. Kalau yang fardhu tidak cukup untuk lahirkan perasaan bertuhan itu, ia boleh dilakukan melalui perkara-perkara sunat. Ibadah yang fardhu tidak boleh di ubah mengikut kehendak kita. Ia adalah ibadah yang tetap dan wajib dilaksanakan. Ia tidak boleh di ditambah. Orang tidak rasa puas melahirkan rasa kehambaan dan rasa bertuhan itu melalui ibadah fardhu bolehlah ditambah dengan yang sunat.

Tuhan tahu ada orang yang hatinya asyik dengan Tuhan, sentiasa ingat kepada Tuhan. Jika dapat, hendaklah selalu bersama Tuhan. Ibadah yang fardhu tidak boleh ditambah bilangannya iaitu lima waktu sehari semalam. Kita tidak boleh solat fardhu 30 waktu semata-mata kerana ingin mendampingi Tuhan. Tidak boleh mengubah-ubah bagi yang fardhu. Perbanyakkanlah yang sunat bagi orang tidak merasa cukup untuk melahirkan perasaan kehambaannya dalam ibadah fardhu. Ia adalah ruang tambahan untuk melahirkan rasa hamba, cinta, takut dan lain-lain. Bagi orang yang ibadah fardhu pun sudah mengasyikkan jangan tambah fardhu tetapi tambah yang sunat. Begitulah yang fardhu dan sunat terbatas.

Selain dari fardhu dan sunat, ada ruang lain untuk yang mubah seperti makan, rehat, kerja dan lain-lain. ini jika tidak digunakan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, Allah masih memberi rukhsah atau pilihan kepada hamba-Nya samada hendak dilakukan atau tidak. Allah maafkan jika tidak digunakan perkara yang harus untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Sebaik-baiknya ruang-ruang ibadah yang harus juga digunakan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Cuma jangan digantikan dengan yang haram. Oleh itu selama 24 jam kita dalam beribadah kepada Tuhan. Itulah rahmat Tuhan agar hamba-Nya tidak berdosa. Allah telah menyediakan garis panduan dan peringatan. Terpulang kepada kita samada untuk melaksanakan atau tidak. Baiknya Tuhan kita….!

Di sini kita faham yang fardhu, yang sunat, yang mubah, semuanya dengan tujuan untuk taqarrub (mendekatkan diri) dengan Tuhan. Kalau mampu sehingga dapat merasakan kasih, takut, mabuk dengan Tuhan. Kalau hal2 itu tidak dapat datangkan perasaan-perasaan tadi, ibadah kita tiada bernilai di sisi Allah SWT. Solat,puasa, naik haji jadi debu, solat pun jadi debu sebab matlamat tidak sampai. Ibadah tidak sampai dapat melahirkan rasa kehambaan dan rasa bertuhan.

Banyak orang yang faham tentang agama,tapi mreka tinggalkan Tuhan. Ketika solat pun manusia tinggalkan Tuhan. Lagilah, semasa cari makan, manusia mudah putus hubungan dengan Tuhan. Orang sudah tidak faham peranan ibadah itu untuk melahirkan rasa kehambaan dan rasa bertuhan. Sebab itu solat banyak sekalipun tidak memberi kesan. Perangai tetap tidak berubah walaupun sudah banyak kali pergi umrah. Tuhan tidak menilai kepada banyak atau sedikit tetapi Tuhan menilai kesannya. Tuhan tidak menilai amalan lahir tetapi Tuhan melihat apa yang ada dalam hati kita. Ertinya, amalan lahir itu dapatkah melahirkan rasa cinta dengan Tuhan, rindu dengan Tuhan, rasa Tuhan itu hebat, terasa malu dan takut dengan Tuhan? Kalau rasa-rasa atau matlamat ibadah itu kita dapat, buat yang fardhu pun sudah memadai. Ertinya kalau kita tidak tahu peranan ibadah yang sebenar, jika kita ibadah pun dalam keadaan lalai. Jika tidak ibadah lebih-lebihlah lagi hati kita lalai dengan Tuhan. Ini adalah fitrah hati yang suka bergantung, memuja dan memuji satu kuasa yang luarbiasa iaitu fitrah bertuhan. Hati manusia akan mudah tersentuh bila diceritakan bab ketuhanan.

Oleh itu, dalam beribadah jangan mengejar fadhilat. Itu adalah hasil sampingan dalam ibadah. Kalau kita makan gaji, gaji asas kita mungkin 2jt saja. Bila kerja lebih masa, dapatlah tambahan 500ribu. Dalam ibadah tambahan menjadi 2jt 5rts ribu itulah fadhilat kerana kerja lebih dari masa yang diwajibkan. Ibadah asas mesti dilakukan. Jika tidak bagaimana kita hendak mengecapi fadilat ibadah? Ibadah yang sunat tidak ada erti jika yang wajib tidak dilaksanakan.

Orang kejar fadhilat mudah tertipu. Masyarakat digalakkan oleh ulama di akhir zaman ini, mengejar fadhilat ibadah sedangkan yang wajib pun tidak dilaksanakan. Masyarakat menjadi rusak. Contoh, kalau kita membaca Al Quraan. Kita mesti menanamkan dalam jiwa kita bawa setiap yang dibaca itu adalah sebagai lambang cinta Tuhan kepada kita. Allah kurniakan setiap perintah untuk diri kita dulu laksanakan. Bukan untuk diarah-arah orang lain supaya berbuat sedangkan diri sendiri tidak melaksanakannya. Kita tidak rasa ilmu al Quraan itu untuk kita tapi untuk orang. Peranan ibadah dan syariat ini telah diselewengkan oleh ahli-ahli agama.

Di zaman Khalifah Umar Ibnu Aziz, beliau telah Allah berikan peluang memerintah selama dua tahun. Selama pemerintahannya itulah juga beliau dikatakan oleh isterinya bahwa beliau tidak dapat melaksanakan ibadah yang banyak seperti khalifah-khalifah yang lain. Ini memanglah munasabah kerana seorang pemerintah mempunyai masa yang sangat terbatas di antara tanggungjawab dan bertaqqarub (mendekatkan diri) dengan Tuhan. Walaupun ibadahnya sedikit, Khalifah Umar Abdul Aziz ini mempunyai satu perasaan takutkan Tuhan bila hendak tidur. Beliau akan menggelupur takutkan Tuhan walaupun isteri ada di sebelah. Itulah kesan ibadah beliau yang sedikit. Hatinya sentiasa rasa malu dan takut dengan Tuhan. Hatinya sentiasa ingat Tuhan. Selama dua tahun zaman pemerintahannya, selama itulah beliau tidak pernah bersama dengan isterinya, Fatimah. (Hmm…)

Orang yang banyak amalan sedangkan hatinya tidak terasa takut dengan Tuhan, kesalahan itu adalah berat kerana tidak terasa berdosa. Kalau kita mencuri terasa berdosa sebab kesalahan itu boleh dinilai secara lahir. Orang yang beribadah kerana fadhilat, tidak akan dapat rasa dirinya hamba. Bahkan mungkin ia rasa layak untuk menerima ganjaran fadhilat itu. Fadhilat itu tujuannya hendak melahirkan rasa hamba. Benda yang halus dan tersirat ini sangat bahaya. Kalau hendak dinilai ibadah kita, itupun belum dapat menebus nikmat sebelah biji mata yang Tuhan berikan.

Berbuatlah kerana Tuhan. Apa saja yang kita buat samada menuntut ilmu, mengajar, berdakwah, berjuang, bertemu dan berbincang, biarlah kerana Tuhan. Selama ini apa saja yang kita lakukan tidak kerana Tuhan. Menuntut ilmu semata-mata kerana hendak pandai, hendak makan gaji, kalau tidak khatam Quran tidak boleh sunat. Sikap inilah yang mesti dibetulkan. Hidupkan semula apa yang diajar oleh Rasul. Semuanya kerana Tuhan. Sememanglah ianya sangat bertentangan dengan arus kehidupan manusia hari ini yang sangat condong ke arah keduniaan dan materialistik.

Orang dulu-dulu sangat menjaga hati agar tidak rusak dengan Tuhan. Kalau pakai baju, di dalam zuhud sementara pakaian luar sangat cantik untuk mengelakkan pujian orang atas kezuhudannya. Mereka lebih suka dikatakan sebagai orang yang berlalai dengan dunia dari pujian orang. Bimbang hatinya berbunga. Belajar saja tentang ilmu kesufian ini tidak cukup kuat untuk kita beramal jika tanpa pimpinan Tuhan. Ilmu saja tidak boleh menjadikan hati menggelupur takut kepada Tuhan seperti Khalifah Umar Abdul Aziz.

Hati yang kenal Tuhan tidak akan tenang. Walaupun kadang-kadang kita bergurau dengan manusia tetapi perasaan kenal Tuhan itu terpaksa disimpan-simpan. Bergurau itu hak manusia lain terhadap kita. Khalifah Umar Abdul Aziz tetap menjalankan tugas pemerintahan kerana ia hak rakyat. Dia bersikap normal seperti manusia lain. Perasaan kenal Tuhan itu ditahan-tahan sehingga di malam hari sewaktu bersendirian di samping isteri, baru dapat dilepaskan perasaan takutkan Tuhan itu sehingga menggelupur.

Kalau kita sedar hakikat ini macamana hati kita hendak tenang. Walaupun kadang-kadang kita bergurau sebab itu hak manusia tapi dalam hati orang tidak tahu kalau kita kenal Tuhan. Sebab itu kita cerita kisah Umar ibnu Aziz. Perasaannya mesti sampai peringkat begitu kerana dia sedang berhadapan dengan dunia, harta, perempuan, dan lain-lain. Takut dengan Tuhan itulah baju kalis peluru untuk menangkis godaan dunia yang terlalu banyak. Sebagai pemimpin, pergi mana pun orang puji. Hati yang tidak kuat bergantung dengan Tuhan tidak akan boleh bertahan dan mudah kecundang serta berbunga. Rusaklah amalan.

Melihat perempuan saja adalah seperti satu tembakan kepada hati. Belum lagi berhadapan dengan godaan dunia yang lain. Kalau tidak ada baju kalis peluru yang tebal memang habis kecundang. Kita hendaklah takut pada Tuhan. Di waktu yang sama takut juga kepada isteri, pada harta, takut pada pakaian, kereta, takut pada jawatan kita, takut dengan pujian orang, takut tentang makan-minum, godaan anak dan isteri, kawan-kawan, waktu sihat, sakit dan senang kerana itu semua peluru dunia. Kalau badan tidak kalis peluru iaitu memiliki pakaian taqwa, kalau 1000 peluru dunia yang menembak mustahil satu tidak tembus. Kalau kena satu peluru dunia saja pun sudah cukup untuk menyebabkan hati kita mati. Ini peluru maknawi yang tidak nampak. Sejauh manakah ketaqwaan kita kepada Tuhan? Setebal manakah rasa kehambaan yang berada di dalam jiwa kita? Sedalam manakah rasa bertuhan yang dimiliki oleh hati kita hingga boleh menjadi baju kalis peluru kepada peluru-peluru dunia yang bertaburan menembak sasarannya setiap waktu dan ketika?

Keredhaan Tuhan itu penting. Buatlah apa saja asalkan mengharapkan keredhaan Tuhan. Kalau Tuhan redha yang lain tidak menjadi hal. Kita mesti buat sesuatu sehingga redha Tuhan kita perolehi. Mesti ikhlaskan diri sehingga apa yang dibuat itu semuanya dalam redha Tuhan. Untuk mendapat redha Tuhan memang susah. Carilah rahmat Tuhan. Rahmat Tuhan terlalu luas dan ia tidak mengira samada amalan besar atau kecil. Harapkanlah kepada rahmat Tuhan. Lupakan segala amal kebaikan yang kita lakukan.

Itulah tanda keredhaan Tuhan. Bisikkan kepada Tuhan, Aku membuat semua ini kerana aku hendak rahmat Engkau saja, wahai Tuhan. Itulah hati orang yang mencari keredhaan Tuhan melalui rahmat-Nya. Sebab itu Rasulullah diutus sebagai pembawa rahmat ke seluruh alam. Memberi salam ke kanan selepas sembahyang adalah untuk memohon redha Tuhan untuk ke syurga. Ini bererti amal ibadah kita tidak ada erti dan sebarang nilai. Kita masuk syurga bukan kerana amal ibadah tapi di atas tiket redha dan rahmat Tuhan. Mintalah keredhaan Tuhan daripada kemurkaan-Nya. Bila Tuhan murka bererti neraka. Yang penting Tuhan redha sebab itu pohonlah keredhaan Tuhan walaupun pada ibadah sunat. Ini sangat penting supaya kita rasa bukan kerana ibadah kita selamat, tapi kerana redha Tuhan. Kalau Tuhan redha bererti berdosa pun tidak apa. Kalau Tuhan tidak redha, tidak buat dosa pun jadi masalah.

Dalam Al Quran Tuhan ada berkata, "Yang selamat ialah hamba-hamba Aku yang diikhlaskan oleh Tuhan." Tuhan tidak kata, "Yang selamat ialah hamba-hamba Ku yang ikhlas." Ikhlas itu adalah rahsia dan anugerah Tuhan. Tidak mampu hendak usahakan sendiri. Malaikat pun tidak tahu siapa yang ikhlas. Ikhlas itu ruh amal, jika tidak ikhlas tidak dikira beramallah. Kita tidak mampu hendak ikhlas kalau tidak diikhlaskan sendiri oleh Tuhan. Malaikat pun tidak tahu amalan yang dibawa itu ikhlas atau tidak. Hanya Tuhan saja yang tahu samada amalan itu ikhlas atau tidak. Muaz kata dia pun takut kerana tidak ada jaminan untuk berlaku ikhlas lalu dia bertanya kepada Rasulullah. Rasulullah SAW bersabda, "Akan mudah bila Allah mudahkan."

Ia ada kaitan dengan Tuhan, dengan rahmat dan kasih sayang Tuhan supaya seimbang dan kita tidak rasa putus asa. Saluran rahmat itu banyak. Rahmat itulah yang akan selamatkan kita. Sumber rahmat itu banyak sebab itu dikatakan orang masuk syurga dengan rahmat Tuhan. Jika atas dasar amalan hamba walaupun menggunung tidak mungkin selamat. Tuhan bagi jalan keluar dengan rahmatnya yang amat luas. Seorang hamba masuk syurga bukan kerana ibadah tetapi rahmat Tuhan. Rahmat Tuhan itu beribu-ribu. Contohnya, kita buat dosa itukan bahaya. Tapi bila kita mengeluh dengan dosa, itu rahmat. Ertinya, Tuhan berkata jangan buat dosa. Itu tidak mungkin berlaku kerana kita sentiasa buat dosa. Tapi bila kita terbuat dosa, kemudian mengeluh tentang dosa, di situ ada rahmat Tuhan.

Contoh lain, makan dengan orang soleh dan ulama ul amilin itu rahmat. Tolong orang susah juga rahmat. Mungkin nanti dia doakan kita. Untuk atasi susahnya untuk mendapat amalan yang ikhlas dan keredhaan Tuhan itu, Tuhan bagi banyak jalan untuk mendapat rahmat Tuhan. Kita tolong orang berjuang sedangkan kita tidak mampu, di situ juga ada rahmat Tuhan. Banyakkan selawat itu rahmat sebab Rasulullah SAW akan syafaatkan walaupun tidak khusyuk. Oleh itu, rahmat Tuhan itu bermacam-macam bentuk.

Walaupun dosa yang kita buat berat, tetapi bila datang tetamu, semua dosa itu terhapus. Ia seolah-olah najis yang menggunung hendak dibasuh dengan segelas air. Tuhan beri rahmat-Nya. Sebab itu mesti cari rahmat Tuhan. Zaman Rasulullah kalau rumah yang tidak pernah diziarahi tetamu, Rasulullah tidak mau masuk sebab rumah itu tidak ada rahmat Tuhan sebaliknya di dalam kutukan Tuhan.

Kita dimasukkan syurga atas dasar rahmat dan masuk neraka kerana keadilan Tuhan. Tetamu yang datang merupakan penghapusan dosa. Kalau kita hendak harapkan amal ibadah yang kita buat, tidak mampu hendak masuk syurga. Carilah rahmat Tuhan, walaupun perkara itu nampak kecil. Ada orang yang dimasukkan ke dalam syurga kerana memberi anjing minum air di padang pasir.

Orang yang sibuk bekerja tetapi tidak dapat buat perkara-perkara sunat seperti wirid zikir, kemudian susah hati pula, itu lebih baik daripada orang yang berwirid zikir tetapi tidak susah hati. Tuhan akan beri rahmat untuk orang yang tidak dapat wirid tetapi susah hati. Orang yang amal ibadah banyak pun jika tidak ada rasa takut, itu lebih bahaya daripada yang kurang beribadah tetapi takut. Kadang-kadang tukang masak lebih selamat. Kalau Tuhan takdirkan kita boleh beribadah, boleh buat itu dan ini, apalah kita hendak bangga. Kita tetap hamba. Janganlah hendak berlagak sombong. Walaupun kita nampak megah tapi tidak ada apa yang hendak dibanggakan kerana kita hanya seorang hamba yang dhoif. Semuanya bergantung kepada kepada pemberian Tuhan.

Tafakkur adalah digalakkan kerana waktu itulah kita dekat dengan Tuhan. Kadang-kadang solat pun tidak mendekatkan hati kita dengan Tuhan. Waktu hendak tidur jika kita bertafakkur, hati lebih menggelupur takut dengan Tuhan dan lebih dekat dengan Tuhan daripada waktu bertahlil. Kadang-kadang waktu bertahlil pun hati tidak dekat dengan Tuhan. Oleh itu, di mana ada ruang dan peluang untuk rebut rahmat Tuhan, berbuatlah sekalipun amalan itu hanya kecil pada nilaian zahir. Ini adalah kerana jika Allah ikhlas amalan kita yang kecil itu, di situlah padangan dan keredhaan untuk kita yang bakal menyelamatkan kita di akhirat kelak.

“artikel ini bagus banget. Tentu ia adalah buah fikiran dari seorang manusia pilihan Tuhan..bagus banget..moga2 Tuhan berikan kta kmampuan u boleh berbuat seperti yng ad di artikel ini, dgn berkat kekasih Tuhan tentunya.., aku yakin bahwa kebenaran itu 1, ia datang dari Tuhan dn pstinya ia diterima oleh fitrah manusia, kalau pun ada yng menolak b’arti ia menyangkal fitrahnya sendiri sbgai seorang hamba Tuhan. Ga ad dimanapun, siapa pun, kapanpun, hamba Tuhan yng ga perlu atau ngerasa ga kangen dngn Tuhan, kta semua rindukan Tuhan, tapi nafsu dn syaitanlh yng menghalang kta..

Thnkz ASZ-ku…. Makasih, makasih, makasih….”